Example 728x250

ABK Asal Raas Tenggelam di Perairan Jangkar, Kapalnya Diduga Kabur

ABK Asal Raas Tenggelam di Perairan Jangkar, Kapalnya Diduga Kabur

Doc.Foto Jenasah Junaidi Korban Tenggelam di Perairan Jangkar

Situbondo,  detik1.co.id // Warga Desa Ketupat, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, digegerkan oleh hilangnya Junaidi (35), putra dari Anwari, yang diduga jatuh di area perairan Pelabuhan Jangkar, Situbondo.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, Junaidi merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) dari kapal milik juragan Apser. Mereka melaut di perairan masalembu dan sekitarnya dengan menggunakan bom ikan (bahan peledak). Setelah memperoleh hasil tangkapan, ikan tersebut biasanya dikirim kepada bos di Pelabuhan Jangkar.

Ketika tiba di Pelabuhan Jangkar, kapal mengalami kesulitan bersandar karena cuaca buruk. Tiga orang ABK, yaitu Apser, Sahamo, dan Munawer, turun lebih dulu ke darat, sementara lima orang lainnya termasuk Junaidi tetap berada di kapal besar. Junaidi mendapat tugas mengangkut ikan dari kapal besar ke darat korban menggunakan perahu kecil (losongan).

Menurut keterangan saksi, Junaidi telah memindahkan sekitar satu ton ikan. Namun, hingga beberapa waktu kemudian, Junaidi tidak kunjung tiba di darat. Menyadari hal tersebut, Apser, Sahamo, dan Munawer segera menghubungi ABK yang masih di kapal besar. Pencarian pun dilakukan oleh seluruh kru kapal, tetapi yang ditemukan hanya perahu kecil beserta ikan, sedangkan Junaidi tidak ada di lokasi.

Doc.Foto Kapal Yang Diduga Kabur Keraas Ketika Sang ABK Meninggal Tenggelam di Perairan Jangkar

Setelah laporan diterima, Tim SAR bersama pihak terkait, termasuk Basarnas, TNI, Polri, dan nelayan setempat, langsung melakukan pencarian di sekitar perairan Pelabuhan Jangkar. Meski telah dilakukan upaya pencarian intensif sepanjang hari, Junaidi belum berhasil ditemukan.

Sementara itu, kapal besar pengangkut ikan dilaporkan telah meninggalkan lokasi kejadian pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB dan sudah terlihat berada di perairan Manuk, Kecamatan Gayam, Sapudi. Informasi yang beredar menyebutkan di duga kuat kapal tersebut di larikan dari petugas untuk keamanan kapalnya dan berniat menjual hasil tangkapannya, namun tidak ada pembeli.di pulau manuk informasi terahir merapat ke pulau Gili namunTerakhir, kapal tersebut dilaporkan telah bersandar di Pelabuhan Ketupat, Raas, sekitar pukul 17.30 WIB.

Kapolsek Jangkar, AKP Agus Siswanto, membenarkan adanya laporan nelayan hilang di perairan Pelabuhan Jangkar. “Kami bersama Basarnas, TNI, Polri, dan nelayan setempat telah melakukan pencarian. Namun hingga saat ini, korban belum ditemukan,” jelas AKP Agus. Mengenai keberadaan kapal besar yang diduga kabur, ia menyarankan agar mengonfirmasi lebih lanjut langsung ke Satpol Airud.

Sementara itu, Kasatpol Airud Kalbut Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, menyatakan pihaknya fokus pada pencarian korban di lokasi kejadian. “Kami bersama Basarnas dan instansi terkait masih melakukan pencarian korban yang dilaporkan tenggelam.Dan untuk Terkait kapal besar yang sudah meninggalkan lokasi Se belum pagi kami akan menindaklanjuti informasi tersebut,” ujar perwira asal Bali ini.

Setelah pencarian intensif, Junaidi akhirnya ditemukan di perairan Jangkar dekat rumpon ikan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Asembagus untuk proses identifikasi dan penanganan sesuai prosedur. Selanjutnya, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk ulangkan ke daerahnya desa ketupat kecamatan Raas untuk di makamkan.

Pihak kepolisian dan Satpol Airud berjanji akan mendalami lebih lanjut terkait dugaan kaburnya kapal besar tersebut.

error: