Sumenep, detik1.co.id // Tantangan yang dihadapi bidan desa di Puskesmas Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Sumenep, benar-benar tak main-main. Rabu (19/03/2025), dua bidan desa, Sri Wahyuni, A.Md.Keb., dan Badriyah, S.Keb., Bdn., rela menerjang ombak demi merujuk seorang pasien bernama Ny. W (22), warga Desa Prambanan, ke RSUD Sumenep.
Dengan hanya menggunakan perahu kecil, mereka bertaruh nyawa melawan ganasnya ombak demi memastikan ibu dan bayi selamat sampai ke rumah sakit. Aksi heroik ini pun mengundang simpati banyak pihak. Sebagai bidan desa, mereka tak hanya dituntut memiliki keterampilan medis yang mumpuni, tetapi juga keberanian luar biasa.
“Menolong ibu dan bayi agar selamat sampai rumah sakit membutuhkan perjuangan besar. Kami harus menghadapi cuaca buruk, dan dalam perjalanan, yang bisa kami lakukan hanyalah pasrah. Inilah risiko tinggal dan bekerja di daerah kepulauan. Ombak besar dan badai sudah jadi hal biasa bagi kami. Yang ada di pikiran kami hanyalah keselamatan ibu dan kesehatan bayinya,” ungkap salah satu bidan.
Inilah keseharian bidan desa di Puskesmas Gayam, Pulau Sapudi, yang tak gentar menerjang ombak demi memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat kepulauan.
“Bagi kami tenaga kesehatan di kepulauan, meski dihantam ombak dan badai, semangat kami tak akan surut. Sumpah kami sebagai tenaga kesehatan adalah pengabdian yang tak mengenal batas,” tegas mereka.