Warga Dukuh Panapan, Desa Sopet, Jangkar, Situbondo Inisial “ASW” di Amankan Petugas Karena Diduga Mengangkut Kayu Curian

Situbondo, detik1.com – Program Saur Siaga (SURGA) yang di inisiasi oleh Administratur Perhutani Bondowoso, dimana dalam pelaksanaannya bersifat rahasia dan dadakan. Sehingga membuat pelaku ilegal logging kalang kabut dan harus berfikir 100 kali lipat untuk melakukan tindak pidana pencurian kayu dalam kawasan hutan.

Akibatnya pelaku kejahatan hutan merasa tidak memiliki kesempatan melakukan aksinya pada malam hari dan berubah pada sore hari.
Kata pepatah sepandai-pandai tupai melompat suatu saat akan jatuh juga, hal tersebut di alami “ASW” Warga Dukuh Panapan, Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, karena kedapatan mengangkut 21 batang kayu glondong jenis sonokeling dengan volume 1,16 M3 tanpa disertai dengan surat tanda keabsahan, akhirnya yang bersangkutan di glandang dan diamankan ke Polres Situbondo, Minggu (24/04/2022) oleh Tim Hantu Rimba di bawah Besutan Komandan Regu Polhutmob KPH.Bondowoso Anton Dedy Hamdi berikut kendaraan roda empat jenis Chervolet Nopol. P 2549 A.

Kepada awak media Anton memaparkan, berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, dan dengan langkah cepat setelah berkoordinasi dengan petugas lapangan anton meluncur ke lokasi dimaksud.

“Pas di jalan Pintu Lima Desa Sopet sekira pukul 17.35 WIB saya dengan anggota antara lain : Miswanto KRPH.Kayumas, Susianto Polter dan Mulyadi Polter menghentikan kendaraan pickup jenis chervolet yang dikemudikan “ASW” 35 tahun sedang mengangkut kayu glondong jenis sonokeling, karena yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan surat keterangan kayu yang diangkut akhirnya ASW berikut kendaraan dan dan barang bukti kayunya saya amankan ke Polres situbondo mas,” ungkap Anton.

Di tempat terpisah Andi Adrian Hidayat Administratur Perhutani Bondowoso membenarkan kejadian tersebut, Andi mengatakan, berdasarkan pengakuan sementara kayu tersebut diperkirakan dari kawasan hutan wilayah RPH Kayumas dan BKPH Prajekan, namun untuk memastikan pihaknya masih akan melakukan penelusuran besok hari mengingat waktu sudah larut.

Masih kata Andi, selama bulan ramadhan seluruh jajaran saya siagakan 24 jam penuh dengan sistim bergantian mas, hal tersebut guna antisipasi gangguan keamanan hutan yang biasanya cendrung meningkat menjelang lebaran.

“Orang no satu di Perhutani ini berharap pihak penyidik Polres dapat mengembangkan kasus ilegal logging ini dan dapat mengungkap aktor intelektual bahkan sampai ke akar-akarnya,” tutup Andi.

(Red/Tim)

error: